Senin, 07 Agustus 2017

VOC

Pengertian voc adalah persekutuan dagang belanda untuk memonopoli perdagangan di Asia. VOC merupakan kepedekan dari Vereenigde Oostindische Compagnie yang berdiri sejak tanggal 20 Maret 1602. VOC merupakan kongsi dagang terbesar di nusantara untuk menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur dalam memperkokoh kedudukan Belanda di Indonesia

Dibentuknya voc dibentuk karena untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama kelompok/kongsi pedagang Belanda yang telah ada dan memperkuat kedudukan Belanda dalam hal perdagangan dan untuk memaaksimalkan pendapatan negara.

Tujuan dibentuk voc  Menghindari persaingan dagang yang tidak sehat sesama pedagang Belanda yang ada sebelumnya sehingga dapat memperoleh kentungan maksimal,Memperkuat kedudukan bangsa Belanda terhadap persaingan dengan para pedagang bangsa Eropa lainnya,Untuk memonopoli perdagangna di wilayah Nusantara,dan Membantu dana pemerintah Belanda menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.

VOC mendapat sebuah wilayah dengan cara mengadakan perjanjian dengan raja – raja setempat,menerapkan politik adu domba(devide et impera) dan berbagai tipu daya juga dilaksanakan demi mendapatkan kekuasaan dan keuntungan sebesar besarnya serta melakukan ekspansi wilayah(penguasaan secara paksa dengan cara berperang).

Menerapkan monopoli perdagangan voc  mendirikan pos perdagangan yang didirikan oleh Pieter Both di Banten tahun 1610 dan pada tahun juga Pieter Both meninggalkan Banten dan berhasil memasuki Jayakarta.cara VOC memonopoli perdagangan juga dengan  tidak terlibat dalam produksi tapi menguasai pasaran serta VOC membuat tempat tempat yang strategis dan VOC memanfaatkan lembaga negara.

VOC tidak menjajah, Tetapi VOC hanya ingin mendapatkan keuntungan saat berdagang. Pusat perdagangan penting di Nusantara berhasil dikuasai VOC, antara lain Malaka,Padang dan Makkasar. VOC juga menguasai daerah pedalaman,misalnya Mataram dan Banten yang banyak menghasilkan beras dan lada.




Senin, 31 Juli 2017

Pengertian Kolonialisme Dan Imperialisme

Kolonialisme dan imperialisme modern mulai muncul di Eropa pada abad ke-16. Abad ke-16 merupakan era pencerahan atau renaisans di Benua Eropa. Renaisans merupakan awal dari bangkitnya ilmu pengetahuan yang sebelumya sangat sulit berkembang karena doktrin-doktrin agama yang sangat mengekang. Salah satu pencapaian yang sangat besar pada masa itu adalah munculnya teori heliosentris yang mengatakan bahwa matahari adalah pusat tata surya dan bumi berbentuk bulat. Paham heliosentris inilah yang menjadi salah satu faktor yang mendorong bangsa Eropa untuk melakukan penjelajahan ke seluruh dunia.

Era kolonialisme dan imperialisme awal ditandai dengan penaklukan bangsa Spanyol dan Portugis ke negeri-negeri timur yang kaya akan hasil bumi dan benua baru Amerika yang sebelumnya tidak dikenal oleh orang-orang Eropa. Setelah era revolusi industri kemudian muncul Inggris sebagai kekuatan kolonial baru. Pada puncak kejayaannya, Inggris menguasai hampir seperempat daratan di dunia dan menaungi 23% populasi dunia saat itu.


Selain karena kepercayaan bahwa bumi itu bulat, bangsa Eropa terdorong untuk melakukan penjelajahan dengan tujuan untuk mendatangi negeri-negeri timur yang kaya raya. Namun pada akhirnya, tujuan tersebut berubah menjadi praktik penjajahan dan Indonesia pun tak luput dari penjajahan yang dilakukan bangsa barat tersebut (selengkapnya: Negara Yang Pernah Menjajah Indonesia). Praktik penjajahan yang dilakukan oleh bangsa barat dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kolonialisme dan imperialisme. Dua istilah tersebutlah yang akan kita bahas di artikel kali ini.

Pengertian Kolonialisme

Kolonialisme berasal dari kata colunus (colonia) yang berarti suatu usaha untuk untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara diluar wilayah negara tersebut. Kolonialisme pada umumnya bertujuan untuk mencapai dominasi ekonomi atas sumber daya, manusia, dan perdagangan di suatu wilayah. Wilayah koloni umumnya adalah daerah-daerah yang kaya akan bahan mentah untuk keperluan negara yang melakukan kolonialisme.

Pengertian Imperialisme

Imperialisme adalah usaha memperluas kekuasaan suatu negara untuk menguasai negara lain. Imperialisme dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu imperialisme kuno dan imperialisme modern. Imperialisme kuno berlangsung sebelum revolusi industri dan bertujuan untuk memiliki kekayaan (gold), mencapai kejayaan (glory), dan menyebarkan agama (gospel). Spanyol dan portugis adalah negara yang menjalankan imperialisme kuno. Sementara Inggris merupakan negara yang menganut imperialisme modern.

Perbedaan kolonialisme dan imperialisme

  1. Kolonialisme bertujuan untuk menguras habis sumber daya alam dari negara yang bersangkutan untuk diangkut ke negara induk.
  2. Imperialisme bertujuan untuk menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan negara yang bersangkutan.

Persamaan kolonialisme dan imperialisme

Persamaan kolonialisme dan imperialisme adalah bahwa keduanya sama-sama merupakan kebijakan negara yang lebih kuat untuk memegang kendali atas wilayah lain diluar batas awal negaranya. Persamaan lain adalah keduanya biasanya dilakukan dengan cara penaklukan.